Rabu, 16 November 2011

MAKALAH SISTEM AJARAN ISLAM

    





     PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SISTEM AJARAN ISLAM

                                              

                                                   NAMA KELOMPOK IV ;
                                                   1. FAJAR SUBHI
                                                   2. ELDISHA SYIFA. A
                                                   3. NENDITA OCTAVIANI                         

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA
                   FAKULTAS  KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN BIOLOGI
                                                         2011









                                                            KATA PENGANTAR

ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB

      Puji syukur kehaditar allah swt,berkat rahmatnya kami dapat menyelesailan, makalah ini khususnya dalam materi SISTEM AJARAN ISLAM.
     Shalawat dan salam tercurahkan kepada nabi Muhammad saw, di mana kami dapat mendapatkan pengetahuan yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.
    Makalah ini di harapkan menjadi dasar pelajaran yang memberikan materi arah dan pengetahuan yang berguna di pembelajaran perkuliaan ini.
   Demikian pula kami ini talah terbuat berdasarkan sumber yang kami dapat dan berbagai referensi yang kami cari dan menjadi pengetahuan yang sangat penting.
   Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami butuhkan untuk perbaikan makalah kami kedepan-nya.

WASSALAMU A’LAIKUM.WR.WB
















                                                            DAFTAR ISI
Kata pengantar ........................................................................................................................2,
Daftar isi ..................................................................................................................................3,
SISTEM AJARAN ISLAM ; .........................................................................................................4,
a. Subtansi islam  ....................................................................................................................4,
b. Sumber-sumber ajaran islam  .............................................................................................5,
c. Aspek-aspek islam ...............................................................................................................6,
d. Islam agama rahmatan lil a’lamin .......................................................................................9,
e. Kesimpulan ........................................................................................................................10,
g. Daftar pustaka ...................................................................................................................11,












                                                SISTEM AJARAN ISLAM

1.     Makna subtantif  islam.

Orang sering salah paham terhadap Islam. Kadangkala suatu keyakinan dan perbuatan dianggap sebagai Islam ternyata bukan Islam dan kadangkala suatu keyakinan dan perbuatan dianggap bukan Islam ternyata itu adalah Islam. Kenapa ini bisa terjadi? Itu karena banyak orang tidak paham tentang Islam. Ini tidak hanya menimpa orang awam saja tetapi juga para intelektualnya. Maka dirasa sangat perlu untuk dimengerti oleh setiap orang akan pengertian Islam agar orang tidak salah paham dan itu mesti diambil dari sumber aslinya yakni Al-Qur’an, bukan dari pendapat-pendapat orang atau yg lainnya. Dan tidak mungkin Alloh tidak menjelaskan secara tersurat maupun tersirat di dalam Al-Qur’an dalam perkara ini. Dan saya telah menemukan penjelasannya.
Kata Islam itu berasal dari bahasa Arab al-islam. Kata al-islam ada di dalam Al-Qur’an dan di dalamnya terkandung pula pengertiannya, diantaranya dalam surat Ali Imron (3) ayat 19 dan surat Al-Maidah (5) ayat 3. Apa yang dapat kita pahami dari kedua ayat itu?.
Al-Qur’an surat Ali Imron (3) ayat 19, lafalnya, “ innad-dina ‘indallohil-islam…”, artinya, ” sesungguhnya ad-din (jalan hidup) di sisi Alloh (adalah) al-islam…”. Ayat ini dengan jelas sekali menyatakan bahwa al-islam adalah nama suatu ad-din (jalan hidup) yang ada di sisi Alloh (‘indalloh). Ad-din (jalan hidup) itu berupa bentuk-bentuk keyakinan (al-’aqidatu) dan perbuatan (al-’amalu) yang ada pada seseorang, maka pastilah setiap orang memiliki suatu ad-din tertentu. Al-Islam sebagai suatu ad-din yang ada di sisi Alloh tentu berupa bentuk-bentuk keyakinan dan perbuatan yang ditetapkan Alloh dan berasal dari Alloh, bukan hasil pemikiran manusia, makanya dinamakan dinulloh (QS 110 ayat 2).
Muhammad saw dan para sahabat adalah sekelompok orang yang paling paham al-islam dan karenanya mereka dipuji oleh Alloh dengan sebutan ” khoiru ummah ” (umat yang terbaik) (QS 3 ayat 110). Sebutan itu diberikan bukan karena kemajuan teknologi atau apa, tapi lebih disebabkan oleh karena mereka meyakini dan mengamalkan al-islam dengan sebaik-baiknya.
Kita yang hidup di zaman sekarang mengetahui al-islam hanya dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang tercatat di dalam hadits-hadits yang shohih. Sehingga dengan mudah kita dapat mengetahui apakah keyakinan atau perbuatan itu termasuk al-islam atau bukan kalau kita tahu banyak tentang Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shohih. Kalau ada dasarnya di dalam Al-Qur’an dan as-sunnah yang ditunjukan dengan hadits yang shohih sudah pasti itulah al-islam. Kalau tidak ada dasarnya bagaimana bisa dinamakan al-islam?




2.     Sumber-sumber ajaran islam


A.      AL- QUR’AN
a. Pengertian Al-qur’an

B.      Al-qur’an adalah kitab suci yang isinya mengandung firman Allah, turunnya secara bertahap melalui malaikat Jibril, pembawanya Nabi Muhammad Saw, susunannya dimulai dari surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Nas, bagi yang membacanya bernilai ibadah, fungsinya antara lain menjadi hujjah atau bukti yang kuat atas kerasulan Nabi Muhammad Saw, keberadaannya hingga kini masih tetap terpelihara dengan baik, dan pemsyarakatannya dilakukan secara berantai dari satu generasi ke generasi lain dengan tuilsan maupun lisan.
b. Kandungan Al-Qur’an
• Mengandung masalah tauhid
• Mengandung masalah ibadah
• Mengandung masalah janji dan ancaman
• Mengandung petunjuk jalan hidup keselamatan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat
• Mengandung cerita atau riwayat kehidupan untuk manusia masa lampau.
c. Mukjizat Al-qur’an
Kemukjizatan Al-qur’an secara umum meliputi aspek-aspek sebagai berikut:
• Aspek bahasa Al-qur’an
• Aspek sejarah
• Isyarat tentang ilmu pengetahuan
• Konsistensi ajaran selama proses penurunan yang panjang
• Keberadaan Nabi Muhammad yang Ummi.

B. HADITS
a. Pengertian Hadits
Kumpulan-kumpulan tindakan dan ucapan-ucapan Nabi, yaitu yang biasanya dinamakan “Hadits” arti kata itu adalah “kata-kata” tetapi yang dimaksudkan ialah ucapan-ucapan dan tindakan.
b. Unsur-unsur hadits
• Sanad adalah jalur atau jalan periwayatan hadits dari beberapa rangkaian orang yang terlihat dalam periwayatan hadits tersebut
• Matan adalah isi dari hadits atau reaksi dari hadits, di dalamnya inti hadits atau kontennya
• Rawi adalah mempelajari banyak hadits, mengetahui banyak hadits, menuliskannya, mengklasifikasikan dan melakukan penelitian serta menyebarkannya.

c. Istilah-istilah dalam hadits
• Sanad: Jalan menuju lafadh hadits. Misalnya, A meriwayatkan hadits dari B, ia meriwayatkan hadits dari C, ia meriwayatkan hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
• Jalan lain: Sanad lain.
• Hadits: Perbuatan, perkataan, keputusan, dan pengakuan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
• Sunnah: Hadits.
• Atsar: Ada ulama berkata, “Atsar identik dengan hadits, sebagaimana hadits marfu’ dan mauquf dikatakan atsar.
• Hadits Qudsi: Apa-apa yang disandarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Allah selain Al-Qur’an.
• Hadits Shahih: Hadits yang memiliki sifat-sifat yang membuat hadits itu diterima.

C.      C. IJTIHAD
a. Pengertian ijtihad
Ijtihad menurut bahasa adalah berasal dari kata jahada yang artinya: mencurahkan segala kemampuan, atau menanggung beban kesulitan. Jadi arti ijtihad menurut bahasa adalah mencurahkan semua kemampuan dalam segala perbuatan.
b. Syarat-syarat ijtihad
• Hendaknya seseorang mempunyai pengetahuan bahasa Arab, dari segi sintaksis dan filologinya
• Hendaknya seseorang mempunyai pengetahuan tentang Al-qur’an
• Hendaknya seseorang mempunyai pengetahuan Al-Sunnah
• Hendaknya ia mengerti segi-segi qiyas
c. Jenis-jenis ijtihad
• Al-Mujtahidun fis syar’i, yaitu mujtahid mutlak.
• Mujtahid Muntasib
• Mujtahid dalam Madzhab.
• Mujtahidun dan Murjihun
• Tingkatan muhafidhin

3. Aspek-aspek dalam ajaran islam
Ajaran Islam atau agama Islam adalah satu ajaran yang unik dan sangat jauh bedanya dengan ajaran ideologi atau isme buatan manusia. Kerana ia datang dari Tuhan pencipta alam dan pencipta manusia. Yang sangat tahu tentang ciptaan-Nya dan bagaimana hendak mengurus ciptaan-Nya agar selamat dan aman damai.

Di dalam ajaran Islam ada tiga aspek atau tiga bagian terpenting, yang terkait antara satu sama lain.
Baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Secara tersurat maupun yang tersirat. Secara sadar mahupun tidak sadar. Yaitu ajaran akidah, syariat dan tasawuf atau akhlak. Siapa yang ingin beragama Islam atau siapa saja yang ingin melaksanakan ajaran Islam di dalam kehidupan, wajib mempelajari ketiga-tiga aspek atau bahagian yang ada di dalam ajaran Islam ini. Wajib dipelajari ilmunya, diyakini, dihayati dan juga diamalkan.


Kalau satu-satu aspek saja kita terima dan pelajari tetapi meninggalkan aspek-aspek yang lain, ia sangat cacat dan timpang. Katalah kita pelajari akidahnya saja serta diyakini dengan meninggalkan aspek-aspek yang lain, seolah-olah Islam itu agama ketuhanan dan Tuhan tidak ada mempunyai peraturan dan peranan. Kalau syariatnya saja yang kita terima dan menolak pula aspek-aspek yang lain, Islam itu sudah seolah-olah Islam seperti ajaran ideologi. Manakala kalau akhlaknya saja diterima dengan meninggalkan aspek-aspek yang dua lagi, seolah-olah Islam itu hanya ajaran etika di dalam pergaulan atau etika kerja.

Firman Allah SWT:
Maksudnya: Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam agama Islam dengan mematuhi segala hukum-hukumnya, dan janganlah kamu menurut jejak langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh bagi kamu yang terang nyata. (Al Baqarah: 208)
Oleh itu agama Islam tidak dapat diterima atau dipelajari di satu-satu aspek saja tetapi kenalah diterima kesemua aspeknya sekali. Barulah lengkap dan sempurna. Barulah indah dan berguna. Barulah dapat dilihat keagungan dan kebesaran Allah itu di dalam kehidupan manusia. Barulah berlaku di dalam masyarakat manusia itu keharmonian, keamanan dan kedamaian yang memang diidam-idamkan oleh manusia.

Selain tidak boleh dipisahkan dan ada hubungkait, setiap aspek atau bahagian yang ada di dalam ajaran Islam itu juga mempunyai peranan yang tersendiri. Setiap aspek sangat memberi kesan kepada fikiran, jiwa dan kehidupan lahir manusia. Sama ada di dalam kehidupan individu, kehidupan bermasyarakat dan lain-lainnya.
Di sini kita akan menghuraikan peranan setiap aspek itu seperti berikut:

PERTAMA: PERANAN AKIDAH
Di antara peranan akidah adalah seperti berikut:
  1. Agar manusia percaya dan yakin bahawa dunia dan seluruh isinya ada penciptanya iaitu Tuhan Rabbul Alamin.
  2. Supaya manusia dapat membedakan di antara Khaliq dengan makhluk-Nya yang sangat berbeda. Maha Suci Dia daripada menyerupai sesuatu.
  3. Bahawa Tuhan itu adalah Zat yang tidak dapat difikirkan. Tidak dapat ditangkap oleh mata dan yang tidak dapat dikhayalkan. Tiada siapa mengetahui hakikat Zat-Nya kecuali Tuhan sendiri.
  4. Bahawa Tuhan itu Maha Pencipta, Maha Kuasa, Maha Berkehendak, Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Besar.
  5. Tuhan itu tiada yang mencipta-Nya. Oleh itu Dia tidak ada permulaan dan tiada berkesudahan.


PERANAN SYARIAT
Di antara peranan syariat itu ialah:
  1. Agar manusia tahu bahawa Allah Taala telah menyediakan mempunyai peraturan dan perlembagaan hidup untuk manusia yang disampaikan melalui rasul-rasul-Nya. Supaya manusia selamat di dunia dan di Akhirat.
  2. Agar manusia yang menerima syariat-Nya hidup berdisiplin dan teratur, terurus dan tersusun.
  3. Agar manusia hidup di dalam sebuah masyarakat tidak merempuh dan melanggar hak asasi orang lain. Supaya terjamin ukhwah dan keharmonian hidup.
PERANAN TASAWUF
Tasawuf adalah ilmu rasa (zauk). Ia adalah perasaan-perasaan yang timbul di dalam hati orang yang beriman atau orang yang bertaqwa, yang bersifat terpuji (mahmudah).

Contohnya seperti rasa hamba, rasa merendah diri, rasa malu, rasa kasih, rasa bertimbang rasa, rasa simpati, rasa tawakal, rasa sabar, rasa redha, rasa pemurah, rasa kasihan, rasa pemaaf, rasa meminta maaf dan rasa cinta. Dari rasa-rasa tadi, ia mendorong manusia bertindak atau melahirkan rasa-rasa itu. Maka lahirlah buahnya di dalam kehidupan, yang dapat dilihat oleh mata iaitu akhlak mulia. Dapat dilihat seseorang itu pemurah, merendah diri, tenang, menolong orang, mengasihi orang, memberi maaf, meminta maaf dan lainlainnya.

Di sini barulah kita faham, bahawa akhlak yang mulia itu adalah buah tasawuf. Asalnya adalah rasa-rasa yang di dalam semata-mata. Kemudian lahir dalam realiti kehidupan atau implimentasinya dari dorongan yang di dalam tadi.

Oleh itu tasawuf dengan akhlak adalah berhubung rapat satu sama lain. Tasawuf adalah yang batin, akhlak adalah yang lahir. Boleh juga dikatakan pokoknya adalah tasawuf manakala buahnya adalah akhlak yang mulia. Jadi tasawuf dengan akhlak tidak terpisah. Satu sama lain tidak terpisah. Ia ada hubung kait.

Apabila tasawuf telah membuahkan akhlak yang mulia, maka di bawah ini kita akan membahas pula peranan akhlak yang mulia.

PERANAN AKHLAK
  1. Akhlak adalah disukai dan dipuji oleh Allah, oleh Rasul dan oleh seluruh manusia sama ada yang Islam mahupun yang bukan Islam. Maka ia bersifat sejagat.
  2. Dari akhlak yang mulia, boleh menjalinkan kasih sayang di kalangan manusia sama ada manusia yang Islam mahupun manusia yang bukan Islam.
  3. Dari akhlak yang mulia, bagaimana hebat dan istimewa sekalipun manusia itu, dia tidak akan riyak dan sombong.
  4. Dari akhlak yang mulia, manusia yang miskin tidak akan terbiar. Akan ada orang yang membela dan membantunya.
  5. Tidak ada orang yang rendah kedudukannya di dalam masyarakat yang akan terhina dan dihina.
Begitulah secara ringkasnya peranan setiap aspek yang ada di dalam agama Islam atau di dalam ajaran Islam. Di sini kita dapat lihat jika ajaran di dalam agama Islam dapat difahami, dihayati dan diamalkan oleh penganut-penganutnya, akan terjamin kesejahteraan sejagat.
             
 4.Islam agama rahmatan lil ‘alamin
Benar bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin. Namun banyak orang menyimpangkan pernyataan ini kepada pemahaman-pemahaman yang salah kaprah. Sehingga menimbulkan banyak kesalahan dalam praktek beragama bahkan dalam hal yang sangat fundamental, yaitu dalam masalah aqidah.
Pernyataan  bahwa Islam adalah agamanya yang rahmatan lil ‘alamin sebenarnya adalah kesimpulan dari firman Allah Ta’ala,
وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ
Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107)
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam diutus dengan membawa ajaran Islam, maka Islam adalah rahmatan lil’alamin, Islam adalah rahmat bagi seluruh manusia.
Secara bahasa,
الرَّحْمة: الرِّقَّةُ والتَّعَطُّفُ
rahmat artinya kelembutan yang berpadu dengan rasa iba (Lihat Lisaanul Arab, Ibnul Mandzur). Atau dengan kata lain rahmat dapat diartikan dengan kasih sayang. Jadi, diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam adalah bentuk kasih sayang Allah kepada seluruh manusia.









                                                              5. kesimpulan

Jadi, manusia pada hakikatnya mengenal islam berdasarkan dari pengalaman hidup dan kemauan seseorang untuk Ad-din (jalan hidup) itu berupa bentuk-bentuk keyakinan (al-’aqidatu) dan perbuatan (al-’amalu) yang ada pada seseorang, maka pastilah setiap orang memiliki suatu ad-din tertentu.
Bahwasanya sumber –sumber islam itu terdiri atas ; al-qur’an, hadish,ijtihad.
Adapula terdapat peranan aspek antara lain; aspek dalam ajaran islam,aspek peranan aqidah,aspek peranan akhlak,aspek peranan tasawuf,aspek peranan syariat.keempat aspek itu merupakan kompnen penting dalam kehidupan untuk mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dalam kehidupan ber-agama.

Dan system ajaran agama islam dalam rahmatan lil alamin berdasarkan kasih sayang sesama manusia terutama sesama agama lain,saling menghargai,menghormati dan menyayangi yang nantinya menjadi uswatun khasanah (suri tauladan yang baik).

Islam merupakan rahmat seluruh alam sesuai fitrah manusia,kebutuhan,dan menjawah bagi umatnya semua di dasarkan pada satu tujuan dan ketetapan yang sama.
Dengan demikian, pokok islam sesungguhnya tersimpul dari konsep ketauhidan yang hanya terdapat di dalam islam.



















                                                            6. Daftar pustaka

1.      AL-habsi Ash-Shiddieqy, sejarah dan  pengantar ilmu hadis, Bulan Bintang, jakarta, 1954, hlm 22.
2.      Dr. Nrrudin ITR, Ulumul hadis, terjemah Drs. Mujiyo, Rosda karya, Bandung, 1994, hlm. 58.
3.      Ahmad Zain An Najah, MA, Majlis Tarjih Muhammadiyah, pengenalan,penyempurnaan,dan pegembangan, Yogyakarta, 1912, hlm. 25.
4.      Majalah Suara Muhammadiyah no.6/1355( 1936 ) hal 145.
5.      Prof.Dr.HM.Shuhudi Ismail, Cara Praktis Mencari hadis, Bulan Bintang, jakarta, 1991, hlm. 63.
Reads:
12,253
http://www.scribd.com/images/spinner_mac_white.gif
Uploaded:
11/23/2009
Category:
Rated:

Tidak ada komentar: