Senin, 19 Maret 2012

perkembangan makhluk hidup

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    LATAR BELAKANG

Setiap makhluk hidup di dunia menginginkan untuk memperbanyak keturunan dan melestarikan keturunannya itu. Untuk mewujudkan keinginan tersebut mereka bereproduksi ( berkembang biak ) yang nantinya akan menghasilkan keturunan baru. Dalam hal ini, setiap makhluk hidup mempunyai cara, bagian ataupun alat yang berbeda dalam proses reproduksi. Seperti contohnya  alat dan sistem reproduksi di manusia atau mamalia pastinya tidak sama dengan alat reproduksi tumbuhan.
Melalui makalah ini, kami akan membahas dan mempelajari lebih lanjut tentang alat reproduksi pada tumbuhan dan hewan. Karena dengan mempelajarinya, kita dapat lebih memahami tentang bagaimana dan seperti apa alat dan sistem reproduksi pada makhluk hidup. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan pembaca.


1.2    RUMUSAN MASALAH

  • Apa saja alat reproduksi makhluk hidup ?
  • Apa yang dimaksud dengan perkembangbiakan vegetatif dan generatif?

BAB II
PEMBAHASAN

PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP

Perkembangbiakan adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan. Perkembangbiakan dikelompokkan menjadi dua :
  1. Perkembangbiakan vegetatif
  2. Perkembangbiakan generatif

Ø  Perkembangbiakan Vegetatif (asexual)
Lebih sering terjadi pada Tumbuhan. Tidak melibatkan pertemuan gamet jantan dan gamet betina.
Ciri-ciri perkembangbiakan vegetatif :
1.      Tidak diawali oleh peleburan sel kelamin
2.      Melibatkan satu induk
3.      Sifat keturunannya sama dengan induknya
Macam perkembangbialan vegetatif
  1. Membelah diri, contohnya: bakteri dan protozoa
  2. Membentuk tunas, contohnya: hydra dan pisang
  3. Spora, contohnya: lumut dan paku
  4. Fragmentasi, contohnya: planaria

Ø  Perkembangbiakan Generatif (seksual)
Perkembangbiakan generatif pada hewan meliputi perkembangbiakan dengan konjungsi dan peleburan dua sel gamet.
Ciri-ciri perkembangbiakan generatif :
1.      Diawali oleh peleburan sel kelamin
2.      Melibatkan 2 induk, yaitu jantan dan betina
3.      Menghasilkan keturunan dengan sifat yang berfariasi
Perkembangbiakan generatif dikelompokkan menjadi : 
1.      Anisogami : Peleburan sel kelamin jantan dan betina yang memiliki ukuran dan bentuk yang ber beda.
2.      Isogami : Peleburan sel kelamin jantan dan betina yang memiliki ukuran dan bentuk yang sama.
3.      Konjugasi : Peleburan gamet yang belum diketahui jenisnya.


REPRODUKSI VEGETATIF PADA TUMBUHAN

A.    Vegetatif alami, tanpa bantuan manusia:
1)   Rhizoma atau akar rimpang, yaitu batang yang tumbuh mendatar yang terletak di bawah permukaan tanah.
Rhizoma berbuku-buku dan bersisik, dan di ujungnya ada kuncup. Pada ketiak sisik terdapat tunas. Contoh: lengkuas, kunyit, temulawak, alang-alang dan sebagainya.
2)   Umbi lapis, terdiri atas cakram dan umbi yang belapis-lapis.
Contoh: bawang putih, bawang merah, bakung dan bunga tulip.
3)   Umbi batang, merupakan batang yang tumbuh ke dalam tanah yang menggembung dan membentuk umbi dilengkapi dengan mata tunas.
Contoh: kentang dan gembili.
4)   Umbi akar, adalah akar yang berubah fungsi menyimpan makanan.
Contoh: singkong dan bunga dahlia.
5)   Geragih atau stolon, yaitu batang yang menjalar di atas permukaan tanah.
Contoh: pegagan, rumput teki dan arbei.
6)   Tunas, dapat tumbuh menjadi tanaman baru yang tidak jauh dari induknya dan akhirnya membentuk rumpun.
Contoh: pisang, bambu dan tebu.

B.     Vegetatif buatan, dengan bantuan manusia;
1)   Mencangkok, yaitu dengan mengupas kulit sampai ke bagian kayunya. Bagian yang licin dari kayu yaitu kambium harus dibuang, selanjutnya ditutup dengan tanah basah yang subur kemudian dibungkus.
Contoh: jeruk, mangga, jambu, rambutan dan tumbuhan berkambium lainnya.
2)   Menempel atau okulasi, yaitu dengan menempelkan mata tunas dari suatu tanaman ke mata tunas tanaman lainnya yang sejenis.
3)   Menyambung (mengenten/kopulasi) yaitu menggabungkan bagian tanaman satu ke bagian tanaman lain untuk mendapatkan tanaman baru yang memiliki sifat lebih baik.
4)   Stek, yaitu memotong batang atau daun untuk ditanam di tempat lain. Ada stek batang dan stek daun.
Contoh stek batang: singkong, ketela rambat, sirih, lada dan lain-lain.
Contoh stek daun: cocor bebek.
5)   Merunduk, yaitu dengan merundukkan batang atau cabang yang dibengkokkan ke bawah serta ditimbuni tanah untuk menimbulkan akar-akar baru. Contoh: apel, alamanda, kaca piring dan sebagainya.

Keuntungan memperbanyak secara vegetatif:
1.   diperoleh sifat keturunan baru sama dengan induknya
2.   lebih cepat memperoleh hasil (berbuah)

Kerugian memperbanyak secara vegetatif:
1.   tanamannya tidak sekokoh bila ditanam dari biji.
2.   jumlah turunan baru yang diperoleh dalam waktu tertentu terbatas
3.   tanaman induk akan menderita bila terlalu banyak bagian tanaman yang di-stek atau dicangkok.


REPRODUKSI GENERATIF PADA TUMBUHAN

Repoduksi secara generatif diawali oleh peleburan sel kelamin jantan dan betina yang dihasilkan oleh alat kelamin.
Alat kelemin tumnuhan biji ada dua :
  1. Strobilus, merupakan kumpulan daun buah yang berbentuk kerucut atau gada. Alat kelamin tersebut ditemukan pada tumbuhan biji terbuka, seperti: pinus, dammar, melinjo, dan gynkgo.

Stobilus

  1. Bunga, merupakan modifikasi dari daun dan batang yang berkembang menjadi alat reproduksi. Bunga merupakan alat kelamin pada tumbuhan biji tertutup, seperti: mangga, rumput, dan anggrek.

Tabel Bagian-bagian Bunga :
Bagian Bunga
Fungsi
1. Kelopak (kalik)
Melindungi kuncup bunga
2. Mahkota (korola)
Menarik perhatian serangga
3. Benang sari (stamen) terdiri dari :
  1. Tangkai sari (filament)
  2. kepala sari (antera) terdiri atas 4 kantong sari
Sebagai penghasil gamet jantan, yaitu serbuk sari (pollen)
4. Putik (pistilus) terdiri atas :
  1. tangkai putik (stilus)
  2. kepala putik (stigma)
  3. bakal buah (ovarium) di dalam bakal buah terdapat bakal biji (ovule)
Sebagai penghasil gamet betina

http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/Image/2-12d.jpg

    






Bunga pada tumbuhan mengandung alat-alat perkembangbiakan. Bagian-bagian dari bunga antara lain: dasar bunga, kelopak, mahkota, sari dan putik. Mahkota dan kelopak bunga merupakan alat perhiasan bunga yang umumnya berwarna warni. Sedangkan sari dan putik merupakan alat kelamin bunga.
a.   Benang sari meliputi kepala sari dan tangkai sari. Pada kepala sari terdapat kotak sari yang di dalamnya terdapat serbuk sari.
b.   Putik terdiri atas kepala putik, tangkai putik dan bakal buah

Macam-macam bunga berdasarkan kelengkapan alat perkembangbiakan:
1.   Bunga lengkap, memiliki perhiasan dan alat kelamin.
2.   Bunga tidak lengkap, apabila satu atau lebih dari perhiasan bunga tidak ada.
3.   
Bunga sempurna, apabila sari dan putik terdapat dalam satu bunga.
4.   Bunga tidak sempurna, apabila hanya salah satu alat kelamin saja yang terdapat pada satu bunga. Dikenal bunga jantan (hanya sari saja yang ada) dan bunga betina (hanya putik saja). Tumbuhan berumah satu, apabila dalam satu pohon terdapat alat kelamin jantan dan betina. Tumbuhan berumah dua, apabila dalam satu pohon terdapat hanya satu alat kelamin.

Penyerbukan
   Penyerbukan yaitu jatuhnya sari di atas kepala putik. Penyerbukan dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu angin, hewan, air dan manusia.
Macam-macam penyerbukan berdasarkan penyerbukannya:
1.   Penyerbukan oleh angin, ciri bunganya mahkota kecil/tidak bermahkota, warna mahkota tidak menarik, tidak ada kelenjar madu, sari kecil, jumlah sari banyak dan ringan (mudah dibawa angin), sari memiliki sayap, kedudukan sari bergantungan, putik besar dan menjulur ke luar, tangkai bunga panjang.
2.   Penyerbukan oleh hewan seperti serangga, kupu-kupu, burung dan kelelawar. Ciri bunga yang penyerbukannya dibantu serangga; mahkota besar dan mencolok warnanya, mempunyai bau yang khas, menghasilkan kelenjar madu, serbuk sari mudah melekat.
3.   Penyerbukan oleh air, misalkan Hydrilla.
4.   Penyerbukan oleh manusia misalnya vannili.

Sifat penyerbukan berdasarkan asal serbuk sari:
1.   penyerbukan sendiri, sari jatuh pada putik dalam satu bunga
2.   penyerbukan tetangga, sari jatuh ke putik pada bunga yang berbeda dalam satu pohon
3.   
penyerbukan silang, sari dan putik berasal dari pohon yang berbeda yang sejenis
4.   penyerbukan bastar, sari dan putik berasal dari tanaman yang berbeda varietasnya.

Pembuahan (Fertilisasi) pada Tumbuhan
         Pembuahan (peleburan antara sperma dengan ovum).
1.   Serbuk sari tumbuh menjadi buluh serbuk sari menuju ke ruang bakal biji. Inti serbuk sari membelah menjadi dua, yaitu inti vegetatif dan generatif. Inti generatif menghasilkan 2 spermatozoid. Spermatozoid masuk ke ruang bakal biji melalui mikrofil.
2.   Bersamaan dengan pembentukan sperma pada sari, di ruang bakl biji terjadi juga pembentukan sel telur dan inti kandung lembaga (inti ganda lembaga).
3.   Sperma 1 + sel telur => zygot => menjadi lembaga
4.   Sperma 2 + inti kandung lembaga => endosperm (putik lembaga)
5.   Putik lembaga merupakan tempat cadangan makanan bagi lembaga

Pembuahan ada dua macam :
1.      Pembuahan Tunggal
2.      Pembuahan ganda
Pembuahan Tunggal :
a.       Terjadi pada tumbuhan biji terbuka
b.      Terjadi satu kali pembuahan
Pembuahan ganda :
a.       Terjadi pada tumbuhan biji tertutup
b.      Terjadi dua kali pembuahan


REPRODUKSI PADA HEWAN

   Berdasarkan tempat terjadinya, pembuahan pada hewan dibedakan atas:
1.   pembuahan luar, pertemuan sperma dan ovum terjadi di luar tubuh, mislnya: ikan dan katak.
2.   pembuahan dalam, pertemuan sperma dan ovum terjadi di dalam tubuh, misalnya reptilia, burung dan manusia.
   

Pada pembuahan eksternal (pembuahan luar), sel telur dan sel sperma dihasilkan dalam jumlah besar karena:
1.   kemungkinan terjadinya fertilisasi kecil
2.   kemungkinan telur yang dihasilkan akan dimakan oleh hewan lain atau mati karena perubahan lingkungan.

REPRODUKSI HEWAN VERTEBRATA

1.      Ikan
Fertilisasi eksternal.
Sebagian besar perkembangan embrio di luar tubuh ( ovipar ), sehingga telur memiliki cadangan makanan yang banyak untuk perkembangan embrionya.
Beberapa spesies ada yang bersifat Ovovivipar, contoh pada beberapa spesies ikan hiu.
2.      Katak
Fertilisasi berlangsung secara eksternal, tetapi untuk meningkatkan peluang terjadinya pembuahan saluran pengeluaran sel gamet jantan dan betina akan bertemu ( terjadi kopulasi ).
3.      Reptil
Fertilisasi berlangsungnya secara internal.
Hewan jantan memilikik alat kopulasi yang disebut hemipenis.
Sebagian besar reptile perkembangan embrionya bersifat ovipar, contohnya: buaya, penyu, kadal, dan sebagian ular. Beberapa reptil bersifat ovovivipar, contoh pada bengkarung dan beberapa spesies ular.
4.      Burung
Fertilisasi berlangsung secara internal.
Hewan jantan memiliki alat kopulasi yang disebut penis.
Ovarium kanan burung tidak berkembang secara sempurna.
Perkembangan embrio bersifat ovipar.


5.      Mamalia
Fertilisasi berlangsung secara internal.
Hewan jantan memiliki alat kopulasi.
Perkembangan embrio bersifat vivipar, sehingga betina memiliki uterus. Tetapi pada platypus bersifat ovipar.

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

Reproduksi merupakan proses menghasilkan individu baru dari organisme sebelumnya.
Pada organisme tingkat tinggi mempunyai dua macam gamet, gamet jantan atau spermatozoa dan gamet betina atau sel telur, kedua macam gamet tersebut dapat dibedakan baik dari bentuk, ukuran dan kelakuannya, kondisi gamet yang demikian disebut heterogamet.
Peleburan dua macam gamet tersebut disebut singami. Peristiwa singami didahului dengan peristiwa fertilisasi (pembuahan) yaitu pertemuan sperma dengan sel telur.
Pada organiseme sederhana tidak dapat dibedakan gamet jantan dan gamet betina karena keduanya sama, dan disebut isogamet. Bila salah satu lebih besar dari lainnya disebut anisogamet.
Alat Reproduksi pada pria maupun wanita pada dasarnya sama dengan alat reproduksi pada mamalia lain. Pria menghasilkan gamet jantan atau spermatozoa yang berukuran sangat kecil dan berbentuk menyerupai berudu, sedangkan wanita menghasilkan sel telur (ovum) yang dibentuk di dalam ovarium.
Pembentukan Gamet Betina
Di dalam ovarium janin sudah terkandung sel pemula atau oogonium. Oogonium akan berkembang menjadi oosit primer. Saat bayi dilahirkan oosit primer dalam fase profase pada pembelahan meiosis. Oosit primer kemudian mengalami masa istirahat hingga masa pubertas.
Pada masa pubertas terjadilah oogenesis. Oosit primer membelah secara meiosis, menghasilkan 2 sel yang berbeda ukurannya. Sel yang lebih kecil, yaitu badan polar pertama membelah lebih lambat, membentuk 2 badan polar. Sel yang lebih besar yaitu oosit sekunder, melakukan pembelahan meiosis kedua yang menghasilkan ovum tunggal dan badan polar kedua. Ovum berukuran lebih besar dari badan polar kedua. 
Pengaruh Hormon dalam Oogenesis
Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon FSH yang merangsang pertumbuhan sel-sel folikel di sekeliling ovum. Ovum yang matang diselubungi oleh sel-sel folikel yang disebut Folikel Graaf, Folikel Graaf menghasilkan hormon estrogen.
Hormon estrogen merangsang kelenjar hipofisis untuk mensekresikan hormon LH, hormon LH merangsang terjadinya ovulasi. Selanjutnya folikel yang sudah kosong dirangsang oleh LH untuk menjadi badan kuning atau korpus luteum. Korpus luteum kemudian menghasilkan hormon progresteron yang berfungsi menghambat sekresi DSH dan LH. Kemudian korpus luteum mengecil dan hilang, sehingga akhirnya tidak membentuk progesteron lagi, akibatnya FSH mulai terbentuk kembali, proses oogenesis mulai kembali.


Catatan : Pada laki-laki spermatogenesis terjadi seumur hidup, dan pelepasan spermatozoa dapat terjadi setiap saat. Pada wanita, ovulasi hanya berlangsung sampai umur sekitar 45 - 5O tahun. Seorang wanita hanya mampu menghasilkan paling banyak 400 ovum selama hidupnya, meskipun ovarium seorang bayi perempuan sejak lahir sudah berisi 500 ribu sampai 1 juta oosit primer.
Setiap bulan wanita melepaskan satu sel telur dari salah satu ovariumnya. Bila sel telur ini tidak mengalami pembuahan maka akan terjadi perdarahan (menstruasi). Menstruasi terjadi secara periodik satu bulan sekali.
Saat wanita tidak mampu lagi melepaskan ovum karena sudah habis tereduksi, menstruasi pun menjadi tidak teratur lagi, sampai kemudian terhenti sama sekali. Masa ini disebut menopause. 

1.ORGAN KELAMIN WANITA
Organ kelamin luar wanita memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai jalan masuk sperma ke dalam tubuh wanita dan sebagai pelindung organ kelamin dalam dari organisme penyebab infeksi. Saluran kelamin wanita memiliki lubang yang berhubungan dengan dunia luar, sehingga mikroorganisme penyebab penyakit bisa masuk dan menyebabkan infeksi kandungan. Mikroorganisme ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual.
Organ kelamin dalam membentuk sebuah jalur (saluran kelamin), yang terdiri dari:
• ovarium (indung telur), menghasilkan sel telur
• tuba falopii (ovidak), tempat berlangsungnya pembuahan
• rahim (uterus), tempat berkembangnya embrio menjadi janin
• vagina, merupakan jalan lahir. 

 
Struktur Kelamin Wanita

Organ kelamin luar 
Organ kelamin luar (vulva) dibatasi oleh labium mayor (sama dengan skrotum pada pria). labium mayor terdiri dari kelenjar keringat dan kelenjar sebasea (penghasil minyak); setelah puber, labium mayor akan ditumbuhi rambut. 
labium minor terletak tepat di sebelah dalam dari labium mayor dan mengelilingi lubang vagina dan uretra. 
Lubang pada vagina disebut introitus dan daerah berbentuk separuh bulan di belakang introitus disebut forset. Jika ada rangsangan, dari saluran kecil di samping introitus akan keluar cairan (lendir) yang dihasilkan oleh kelenjar bartolin. 
uretra terletak di depan vagina dan merupakan lubang tempat keluarnya air kemih dari kandung kemih. 
Labium minora kiri dan kanan bertemu di depan dan membentuk klitoris, yang merupakan penonjolan kecil yang sangat peka (sama dengan penis pada pria). 
klitoris dibungkus oleh sebuah lipatan kulit yang disebut preputium (sama dengan kulit depat pada ujung penis pria). Klitoris sangat sensitif terhadap rangsangan dan bisa mengalami ereksi.
Labium mayor kiri dan kanan bertemu di bagian belakang membentuk perineum, yang merupakan suatu jaringan fibromuskuler diantara vagina dan anus. 
kulit yang membungkus perineum dan labium mayo sama dengan kulit di bagian tubuh lainnya, yaitu tebal dan kering dan bisa membentuk sisik. sedangkan selaput pada labium minor dan vagina merupakan selaput lendir, lapisan dalamnya memiliki struktur yang sama dengan kulit, tetapi permukaannya tetap lembab karena adanya cairan yang berasal dari pembuluh darah pada lapisan yang lebih dalam karena kaya akan pembuluh darah, maka labium minora dan vagina tampak berwarna pink. Lubang vagina dikeliling oleh himen (selaput dara). Kekuatan himen pada setiap wanita bervariasi, karena itu pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual, himen bisa robek atau bisa juga tidak. 
Organ kelamin dalam 
Dalam keadaan normal, dinding vagina bagian depan dan belakang saling bersentuhan sehingga tidak ada ruang di dalam vagina kecuali jika vagina terbuka (misalnya selama pemeriksaan atau selama melakukan hubungan seksual). Pada wanita dewasa, rongga vagina memiliki panjang sekitar 7,6-10 cm. Sepertiga bagian bawah vagina merupakan otot yang mengontrol garis tengah vagina. Dua pertiga bagian atas vagina terletak diatas otot tersebut dan mudah teregang. 
Serviks (leher rahim) terletak di puncak vagina. Selama masa reproduktif, lapisan lendir vagina memiliki permukaan yang berkerut-kerut. Sebelum pubertas dan sesudah menopause, lapisan lendir menjadi licin. 
Rahim merupakan suatu organ yang berbentuk seperti buah pir dan terletak di puncak vagina.
Rahim terletak di belakang kandung kemih dan di depan rektum, dan diikat oleh 6 ligamen. Rahim terbagi menjadi 2 bagian, yaitu serviks dan korpus (badan rahim). serviks merupakan uterus bagian bawah yang membuka ke arah vagina. Korpus biasanya bengkok ke arah depan. Selama masa reproduktif, panjang korpus adalah 2 kali dari panjang serviks. korpus merupakan jaringan kaya otot yang bisa melebar untuk menyimpan janin. Selama proses persalinan, dinding ototnya mengkerut sehingga bayi terdorong keluar melalui serviks dan vagina. 
Sebuah saluran yang melalui serviks memungkinkan sperma masuk ke dalam rahim dan darah menstruasi keluar. Serviks biasanya merupakan penghalang yang baik bagi bakteri, kecuali selama masa menstruasi dan selama masa ovulasi (pelepasan sel telur). Saluran di dalam serviks adalah sempit, bahkan terlalu sempit sehingga selama kehamilan janin tidak dapat melewatinya. tetapi pada proses persalinan saluran ini akan meregang sehingga bayi bisa melewatinya. Saluran serviks dilapisi oleh kelenjar penghasil lendir. Lendir ini tebal dan tidak dapat ditembus oleh sperma kecuali sesaat sebelum terjadinya ovulasi. Pada saat ovulasi, konsistensi lendir berubah sehingga sperma bisa menembusnya dan terjadilah pembuahan (fertilisasi). Selain itu, pada saat ovulasi, kelenjar penghasil lendir di serviks juga mampu menyimpan sperma yang hidup selama 2-3 hari. Sperma ini kemudian dapat bergerak ke atas melalui korpus dan masuk ke tuba falopii untuk membuahi sel telur. karena itu, hubungan seksual yang dilakukan dalam waktu 1-2 hari sebelum ovulasi bisa menyebabkan kehamilan. 
Lapisan dalam dari korpus disebut endometrium. setiap bulan setelah siklus menstruasi, endometrium akan menebal. Jika tidak terjadi kehamilan, maka endometrium akan dilepaskan dan terjadilah perdarahan, ini yang disebut dengan siklus menstruasi. 
Tuba falopii membentang sepanjang 5-7,6 cm dari tepi atas rahim ke arah ovarium. 
ujung dari tuba kiri dan kanan membentuk corong sehingga memiliki lubang yang lebih besar agar sel telur jatuh ke dalamnye ketika dilepaskan dari ovarium. 
ovarium tidak menempel pada tuba falopii tetapi menggantung dengan bantuan sebuah ligamen.
Sel telur bergerak di sepanjang tuba falopii dengan bantuan silia (rambut getar) dan otot pada dinding tuba. Jika di dalam tuba sel telur bertemu dengan sperma dan dibuahi, maka sel telur yang telah dibuahi ini mulai membelah. 
selama 4 hari, embrio yang kecil terus membelah sambil bergerak secara perlahan menuruni tuba dan masuk ke dalam rahim. Embrio lalu menempel ke dinding rahim dan proses ini disebut implantasi. 
Setiap janin wanita pada usia kehamilan 20 minggu memiliki 6-7 juta oosit (sel telur yang sedang tumbuh) dan ketika lahir akan memiliki 2 juta oosit. 
pada masa puber, tersisa sebanyak 300.000-400.000 oosit yang mulai mengalami pematangan menjadi sel telur. tetapi hanya sekitar 400 sel telur yang dilepaskan selama masa reproduktif wanita, biasanya setiap siklus menstruasi dilepaskan 1 telur. 
ribuan oosit yang tidak mengalami proses pematangan secara bertahap akan hancur dan akhirnya seluruh sel telur akan hilang pada masa menopause. 
Sebelum dilepaskan, sel telur tertidur di dalam folikelnya. Sel telur yang tidur tidak dapat melakukan proses perbaikan seluler seperti biasanya, sehingga peluang terjadinya kerusakan pada sel telur semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya usia wanita. karena itu kelainan kromosom maupun kelainan genetik lebih mungkin terjadi pada wanita yang hamil pada usianya yang telah lanjut.

2.ORGAN KELAMIN PRIA
Sama halnya dengan ciri sekunder dan primer. Organ reproduksi laki-laki dibedakan menjadi alat alat reproduksi yang tampak dari luar dan yang berada didalam tubuh.
Berikut rinciannya :
a. Organ Reproduksi Luar
  1. Penis terdiri dari jaringan-jaringan otot, jaringan spons yang lembut, pembuluh darah dan jaringan saraf. Fungsinya yaitu untuk kopulasi (hubungan antara alat kelamin jantan dan betina untuk memudahkan semen ke dalam organ reproduksi betina). Penis diselimuti oleh selaput tipis yang nantinya akan dioperasi padsa saat dikhitan/sunat.
  2. Buah zakar yang terdiri dari kantung zakar yang didalamnya terdapat sepasang testis dan bagian-bagian lainnya. Kulit luar nya disebut skrotum. Skrotum berfungsi melindungi testis serta mengatur suhu yang sesuai untuk spermatozoa (sel sperma).
  3. Skrotum (kantung pelir) merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis. Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur. Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Otot ini bertindak sebagai pengatur suhu lingkungan testis agar kondisinya stabil. Proses pembentukan sperma (spermatogenesis) membutuhkan suhu yang stabil, yaitu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh.

b. Organ Reproduksi Dalam
Organ reproduksi dalam yaitu organ yang tidak tampak dari luar, penjelasannya :
  1. Tes-tis
    Testis sebenarnya adalah kelenjar kelenjar kelamin, berjumlah sepasang dan akan menghasilkan sel-sel sperma serta hormon testosteron. Skrotum dapat menjaga suhu testis. Jika suhu terlalu panas , skrotum mengembang, jika suhu dingin skrotum mengerut sehingga testis lebih hangat.
    Testis (gonad jantan) berbentuk oval dan terletak didalam kantung pelir (skrotum). Testis berjumlah sepasang (testes = jamak). Testis terdapat di bagian tubuh sebelah kiri dan kanan. Testis kiri dan kanan dibatasi oleh suatu sekat yang terdiri dari serat jaringan ikat dan otot polos.Fungsi testis secara umum merupakan alat untuk memproduksi sperma dan hormon kelamin jantan yang disebut testoteron.
    Didalam testis terdapat terdapat saluran-saluran halus yang disebut saluran penghasil sperma (tubulus seminiferus). Dinding dalam saluran terdiri dari jaringan epitel dan jaringan ikat. Dijaringan epithelium terdapat :


  1. Saluran Reproduksi (Saluran Pengeluaran)
    Saluran reproduksi maksudnya tempat sperma keluar atau jalan berupa lubang kecil yang menghubungkan organ dalam.
    Saluran pengeluaran pada organ reproduksi dalam pria terdiri dari epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi dan uretra.
  • Epididimis berupa saluran panjang yang berkelok yang keluar dari testis. Epididimis berjumlah sepasang di sebelah kanan dan kiri. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sperma sampai sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens.
  • Vasa deferens, berupa saluran panjang dan lurus mengangkut sperma ke vesika seminalis. Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens) merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari epididimis. Vas deferens tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat di dalam kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen atau kantung mani (vesikula seminalis).
  • Saluran ejakulasi merupakan saluran yang pendek dan menghubungkan vesikula seminalis dengan urethra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra
  • Uretra merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi dan terdapat di penis.

3. Kelenjar kelamin Pria
  • Vesikula seminalis.
    berjumlah sepasang, terletak dibawah dan atas kantung kemih. Merupakan tempat untuk menampung sperma sehingga disebut dengan kantung semen. Menghasilkan getah berwarna kekuningan yang kaya akan nutrisi bagi sperma dan bersifat alkali. Berfungsi untuk menetralkan suasana asam dalam saluran reproduksi wanita
Reproduksi pria
  • Kelenjar prostat
Kelenjar prostat melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kantung kemih. Kelenjar prostat menghasilkan getah yang mengandung kolesterol, garam dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma.
  • Kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra) merupakan kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra. Kelenjar Cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa).


REPRODUKSI HEWAN  INVERTEBRATA

Reproduksi Pada Hewan Invertebrata bisa terjadi secara seksual (melibatkan sel kelamin) maupun aseksual (tidak melibatkan )
Reproduksi aseksual/vegetative meliputi : 
1. Fragmentasi yaitu pemisahan salah satu bagian tubuh yang kemudian dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Contohnya Planaria sp dan Asterias sp. 
2. Budding/tunas/gemmulae yaitu pembentukan tonjolan pada salah satu bagian tubuh hewan dan adapat berkembang menjadi individu baru. Contohnya hewan Acropora sp dan Euspongia sp. 
3. Fisi yaitu pembelahan sel pada sel induk dan hasilnya akan berkembang menjadi individu baru. Dibedakan menjadi 2 yaitu pembelahan biner, contohnya pada Bakteri dan pembelahan multiple pada Virus. 
4. Sporulasi yaitu dengan,dibentuknya spora pada sel indukdan akhirnya spora akan berkembang menjadi individu baru. Contohnya pada Plasmodium sp. 

Tidak ada komentar: